Selamat malam, pagi, siang, sore readers...
Bagaimana kabar kalian? I hope always healty yaa.. 😊😊
Kali ini saya akan mengepost novel karya saya sendiri, apabila masih ada kekurangan mohon di maklumi ya readers 😊
Langsung aja yuk readers kita baca novel ini dengan judul berikut ini, cekidot...
Bude Sukasih & Robot Dari Masa Depan
Matahari menyinari bumi
dengan panasnya, seolah matahari gembira pada pagi hari. Sampai jam 9 pagi
matahari masih menyinari bumi dengan teriknya. Burung-burung bersiul dengan
riangnya, daun-daun berguguran seolah hari ini, hari yang sangat
menggembirakan. Sehingga beraktifitas pada pagi itu menjadi semangat. Terlihat
di raut wajah orang-orang yang penuh dengan semangat yang membara.
Bude sukasih terlihat
mengelap jendela menggunakan kain basah dengan tangannya yang sudah tua renta,
keringat bercucuran dimana-mana. Terlihat dari wajahnya bahwa ia letih. “bude
sudah selesai mengelap kacanya?” kata seorang laki-laki yang merupakan majikan
bude sukasih. “Sudah nak” bude sukasih menjawab. “kalau begitu bude boleh
pulang, kan pekerjaannya sudah siap”. Lalu bude sukasih pulang ke rumahnya
dengan berjalan kaki. Jarak rumah majikannya dan rumah bude sukasih lumayan
jauh, bude sukasih berjalan dengan kakinya yang sudah tua renta dengan sangat
perlahan, nafasnya terlihat berat menandakan ia sangat lelah.
Setelah lama berjalan
sampailah bude sukasih di rumahnya, ia tinggal di rumahnya seorang diri di
gubuk yang sudah lusuh dan usang. Bude sukasih adalah seorang janda, ia
menghidupi dirinya dengan berjualan nasi uduk keliling dan bekerja sebagai
pembantu.
Pada pagi hari bude
sukasih sudah bangun dari subuh, memasak nasi uduk. Lalu Bude sukasih
menjajakan nasi uduk dengan berkeliling kampung “nasi uduk..nasi..uduk..nasi
uduknya bu” seru bude sukasih. Jualannya satu persatu laris terjual, tak terasa
hari pun semakin gelap, matahari telah tenggelam. Setelah semua jualannya
terjual, Bude Sukasih kembali pulang. Dia melewati jalan-jalan setapak kecil
dengan kakinya yang tergopoh-gopoh.
Pada perjalanan pulang ia mendengar suara
seperti ledakan yang terdengar sangat keras. Bude sukasih pun mencari sumber
suara itu, ia mengamati sekelilingnya yang masih penuh dengan semak belukar dan
pohon-pohon yang rimbun. Ia berjalan terus dan ia tidak sadar berjalan ke arah
hutan yang sangat rimbun. Penuh dengan pohon-pohon besar yang sangat tinggi. Di
dalam hutan bude sukasih melihat cahaya yang sangat terang, ia pun berjalan ke
arah cahaya itu berasal.
Bude sukasih melihat
kotak ke emasan yang sangat berkilau, yang sangat asing baginya. Sebelumnya ia
belum pernah melihat benda asing tersebut. Ia sangat penasaran, lalu
mendekatinya. Bude sukasih melihat ada benda yang bergerak di dalamnya.
Tiba-tiba kotak itu terbuka dengan sendirinya, terkejutlah bude sukasih “ini
apa? Apakah ini manusia?” lalu makhluk di dalam benda itu keluar. “engkau siapa?”
kata bude sukasih dengan wajah kebingungan. “saya adalah hirabi, robot di masa
depan. Pesawat saya mengalami kerusakan dan jatuh di tempat ini. saya tidak
tahu ini ada dimana” kata hirabi
Bude sukasih masih
kebingungan dengan apa yang di lihatnya, ia merasa seperti mimpi. Bude sukasih
mencubit tangannya sendiri “aduh sakit, ternyata ini bukan mimpi” gumam bude
sukasih. Masih dengan wajah heran bude sukasih memperhatikan hirabi dengan
seksama. “kamu ini berasal dari mana? Kenapa rupamu seperti itu? Apa kamu ini
makhluk luar angkasa?” tanya bude sukasih. “aku berasal dari planet masa depan,
yang letaknya diantara galaksi dan bintang-bintang. Aku adalah robot masa depan,
yang di desain untuk menyelamatkan dunia yang mulai hancur sedikit demi sedikit”
hirabi menjawab.
“Lalu mesin itu apa? Kenapa
kamu bisa memakai mesin itu dan bisa kemari?” bude sukasih masih bingung.
“Mesin itu adalah mesin
waktu, yang saya gunakan untuk menjelajah waktu, saya di tugaskan untuk membantu
manusia di masa depan meneliti planet-planet di masa lalu, tetapi saya terjebak
disini” hirabi menjelaskan dengan raut wajah sedih.
Then bude sukasih pause for a moment while thinking,
because feeling pity with hirabi bude sukasih also invite hirabi follow him “hirabi
bagaimana kalau kamu ikut dengan saya, lagi pula saya hanya hidup seorang diri,
kamu akan saya jadikan anak. Apakah kamu mau hirabi?” ask bude sukasih to
hirabi.
Hirabi is very happy
with bude sukasih's invitation "yes, I am willing" replied hirabi.
"From now on you call me with the word mother" command bude sukasih.
Before bude sukasih and hirabi go home. They covered the hirabis with the
leaves in the forest, so that no one knew the hirabi plane.
Bude sukasih and hirabi
came out of the forest and then returned home, they walked slowly and sneaking
up so people do not know that bude sukasih brought the hirabi back home.
Suasana pada malam itu
sangat sunyi dan sepi sehingga orang tidak tahu bahwa bude sukasih pulang ke
rumah dengan membawa robot dari masa depan yang ia temukan di hutan yang
bernama hirabi. Hirabi dan bude sukasih sampai di rumah, bude sukasih sangat
senang bisa bertemu dengan hirabi. Dengan bertemu dengan hirabi ia tidak
kesepian lagi, bude sukasih sangat bersyukur di dalam hatinya. Ada yang
menemaninya di rumah yang telah usang itu.
Bude sukasih really
love the hirabi like his own son, caring
for the hirabi sincerely and sincerely
and spoiling him like his own child. Bude sukasih made a girlie hirabi, so when
he went out of the house. Residents are not suspicious that the hirabi are robots. Bude sukasih also feeds the hirabi
by absorbing the light to fill his
energy.
Hirabi and bude sukasih
are very happy to live together, the hirabi who now has a mother and bude
sukasih who raised the hirabi as his son. Bude sukasih taught the various
things ahir, such as teaching him to make rice uduk, sweeping the house,
lifting wood, mopping and sweeping the house. Bude sukasih is very patient in
teaching the hirabi.
In the morning, bude
sukasih work in the house of his master. Hirabi stayed at the bude home of
sukasih, while bude sukasih went to work. Hirabi does homework with the skills
he has. Hirabi extracts a very sophisticated equipment from his hands and
performs activities that have been taught bude sukasih.
Unbeknownst to bude
sukasih, hirabi cooks very quickly with sophisticated tools that have been
designed in the future. Hirabi makes a variety of very tasty dishes. With a
variety of menu and flavor variants. He also cleaned the house bude sukasih
lightning fast. Fixed his house like new, and tidied up all the stuff that was still
scattered everywhere.
Bude sukasih pulang, di
dapatinya rumah sudah rapi bersih. Tercium bau makanan yang lezat dan menggoda perut. Aromanya
membuat perut untuk segera ingin menyantapnya. Bude sukasih memanggil hirabi “nak,
ibu sudah pulang. Kamu dimana?”panggil bude sukasih. “iya bu, hirabi di dapur”sahut
hirabi. Bude sukasih menuju dapur untuk menemui anaknya hirabi “wah, siapa ini
yang memasak?” tanya bude sukasih. Hirabi tertawa kecil “hehehe hirabi bu”. Bude
sukasih dan hirabi pun makan bersama. Bude sukasih memakan masakan hirabi,
hirabi menyerap energi cahaya lampu untuk mengisi energinya.
Itulah novel dari karya saya readers, thank you for reading my novel guys...
Itulah novel dari karya saya readers, thank you for reading my novel guys...
0 komentar:
Posting Komentar