Rabu, 18 Oktober 2017

Introduction to Literature

Assalamualaikum....

Selamat malam, pagi, siang, sore readers...
Bagaimana kabar kalian? I hope always healty yaa.. 😊😊
Kali ini saya akan mengepost novel karya saya sendiri, apabila masih ada kekurangan mohon di maklumi ya readers 😊
Langsung aja yuk readers kita baca novel ini dengan judul berikut ini, cekidot...


Bude Sukasih & Robot Dari Masa Depan


Matahari menyinari bumi dengan panasnya, seolah matahari gembira pada pagi hari. Sampai jam 9 pagi matahari masih menyinari bumi dengan teriknya. Burung-burung bersiul dengan riangnya, daun-daun berguguran seolah hari ini, hari yang sangat menggembirakan. Sehingga beraktifitas pada pagi itu menjadi semangat. Terlihat di raut wajah orang-orang yang penuh dengan semangat yang membara.
Bude sukasih terlihat mengelap jendela menggunakan kain basah dengan tangannya yang sudah tua renta, keringat bercucuran dimana-mana. Terlihat dari wajahnya bahwa ia letih. “bude sudah selesai mengelap kacanya?” kata seorang laki-laki yang merupakan majikan bude sukasih. “Sudah nak” bude sukasih menjawab. “kalau begitu bude boleh pulang, kan pekerjaannya sudah siap”. Lalu bude sukasih pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Jarak rumah majikannya dan rumah bude sukasih lumayan jauh, bude sukasih berjalan dengan kakinya yang sudah tua renta dengan sangat perlahan, nafasnya terlihat berat menandakan ia sangat lelah.
Setelah lama berjalan sampailah bude sukasih di rumahnya, ia tinggal di rumahnya seorang diri di gubuk yang sudah lusuh dan usang. Bude sukasih adalah seorang janda, ia menghidupi dirinya dengan berjualan nasi uduk keliling dan bekerja sebagai pembantu.
Pada pagi hari bude sukasih sudah bangun dari subuh, memasak nasi uduk. Lalu Bude sukasih menjajakan nasi uduk dengan berkeliling kampung “nasi uduk..nasi..uduk..nasi uduknya bu” seru bude sukasih. Jualannya satu persatu laris terjual, tak terasa hari pun semakin gelap, matahari telah tenggelam. Setelah semua jualannya terjual, Bude Sukasih kembali pulang. Dia melewati jalan-jalan setapak kecil dengan kakinya yang tergopoh-gopoh.
 Pada perjalanan pulang ia mendengar suara seperti ledakan yang terdengar sangat keras. Bude sukasih pun mencari sumber suara itu, ia mengamati sekelilingnya yang masih penuh dengan semak belukar dan pohon-pohon yang rimbun. Ia berjalan terus dan ia tidak sadar berjalan ke arah hutan yang sangat rimbun. Penuh dengan pohon-pohon besar yang sangat tinggi. Di dalam hutan bude sukasih melihat cahaya yang sangat terang, ia pun berjalan ke arah cahaya itu berasal.
Bude sukasih melihat kotak ke emasan yang sangat berkilau, yang sangat asing baginya. Sebelumnya ia belum pernah melihat benda asing tersebut. Ia sangat penasaran, lalu mendekatinya. Bude sukasih melihat ada benda yang bergerak di dalamnya. Tiba-tiba kotak itu terbuka dengan sendirinya, terkejutlah bude sukasih “ini apa? Apakah ini manusia?” lalu makhluk di dalam benda itu keluar. “engkau siapa?” kata bude sukasih dengan wajah kebingungan. “saya adalah hirabi, robot di masa depan. Pesawat saya mengalami kerusakan dan jatuh di tempat ini. saya tidak tahu ini ada dimana” kata hirabi
Bude sukasih masih kebingungan dengan apa yang di lihatnya, ia merasa seperti mimpi. Bude sukasih mencubit tangannya sendiri “aduh sakit, ternyata ini bukan mimpi” gumam bude sukasih. Masih dengan wajah heran bude sukasih memperhatikan hirabi dengan seksama. “kamu ini berasal dari mana? Kenapa rupamu seperti itu? Apa kamu ini makhluk luar angkasa?” tanya bude sukasih. “aku berasal dari planet masa depan, yang letaknya diantara galaksi dan bintang-bintang. Aku adalah robot masa depan, yang di desain untuk menyelamatkan dunia yang mulai hancur sedikit demi sedikit” hirabi menjawab.
“Lalu mesin itu apa? Kenapa kamu bisa memakai mesin itu dan bisa kemari?” bude sukasih masih bingung.
“Mesin itu adalah mesin waktu, yang saya gunakan untuk menjelajah waktu, saya di tugaskan untuk membantu manusia di masa depan meneliti planet-planet di masa lalu, tetapi saya terjebak disini” hirabi menjelaskan dengan raut wajah sedih.
Then bude sukasih pause for a moment while thinking, because feeling pity with hirabi bude sukasih also invite hirabi follow him “hirabi bagaimana kalau kamu ikut dengan saya, lagi pula saya hanya hidup seorang diri, kamu akan saya jadikan anak. Apakah kamu mau hirabi?” ask bude sukasih to hirabi.
Hirabi is very happy with bude sukasih's invitation "yes, I am willing" replied hirabi. "From now on you call me with the word mother" command bude sukasih. Before bude sukasih and hirabi go home. They covered the hirabis with the leaves in the forest, so that no one knew the hirabi plane.
Bude sukasih and hirabi came out of the forest and then returned home, they walked slowly and sneaking up so people do not know that bude sukasih brought the hirabi back home.
Suasana pada malam itu sangat sunyi dan sepi sehingga orang tidak tahu bahwa bude sukasih pulang ke rumah dengan membawa robot dari masa depan yang ia temukan di hutan yang bernama hirabi. Hirabi dan bude sukasih sampai di rumah, bude sukasih sangat senang bisa bertemu dengan hirabi. Dengan bertemu dengan hirabi ia tidak kesepian lagi, bude sukasih sangat bersyukur di dalam hatinya. Ada yang menemaninya di rumah yang telah usang itu.
Bude sukasih really love the hirabi  like his own son, caring for the hirabi  sincerely and sincerely and spoiling him like his own child. Bude sukasih made a girlie hirabi, so when he went out of the house. Residents are not suspicious that the hirabi  are robots. Bude sukasih also feeds the hirabi  by absorbing the light to fill his energy.
Hirabi and bude sukasih are very happy to live together, the hirabi who now has a mother and bude sukasih who raised the hirabi as his son. Bude sukasih taught the various things ahir, such as teaching him to make rice uduk, sweeping the house, lifting wood, mopping and sweeping the house. Bude sukasih is very patient in teaching the hirabi.
In the morning, bude sukasih work in the house of his master. Hirabi stayed at the bude home of sukasih, while bude sukasih went to work. Hirabi does homework with the skills he has. Hirabi extracts a very sophisticated equipment from his hands and performs activities that have been taught bude sukasih.
Unbeknownst to bude sukasih, hirabi cooks very quickly with sophisticated tools that have been designed in the future. Hirabi makes a variety of very tasty dishes. With a variety of menu and flavor variants. He also cleaned the house bude sukasih lightning fast. Fixed his house like new, and tidied up all the stuff that was still scattered everywhere.
Bude sukasih pulang, di dapatinya rumah sudah rapi bersih. Tercium  bau makanan yang lezat dan menggoda perut. Aromanya membuat perut untuk segera ingin menyantapnya. Bude sukasih memanggil hirabi “nak, ibu sudah pulang. Kamu dimana?”panggil bude sukasih. “iya bu, hirabi di dapur”sahut hirabi. Bude sukasih menuju dapur untuk menemui anaknya hirabi “wah, siapa ini yang memasak?” tanya bude sukasih. Hirabi tertawa kecil “hehehe hirabi bu”. Bude sukasih dan hirabi pun makan bersama. Bude sukasih memakan masakan hirabi, hirabi menyerap energi cahaya lampu untuk mengisi energinya.

Itulah novel dari karya saya readers, thank you for reading my novel guys...

0 komentar:

Posting Komentar

 

Nadyaratih blog's Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang